Ketika hati mulai lelah dan mulut tak mampu berkata lagi, hanya lewat sebuah benda putih inilah akan ku goreskan cerita cinta.
Tuhan.. "cinta" ini tak sedikitpun pudar dan ''rindu" terus menghantuiku.
Segitu istimewakah dia untukku?
Iya ataupun tidak, aku mohon bantu aku membuang bayangan akan tentangnya, Tuhan.
Tapi mengapa semakin giat aku membuang bayangan itu, semakin kuat pula bayangan itu menguasai fikiranku?
Andai saja membuang cinta semudah membuang sampah.
Sayangnya cinta bukan sampah, cinta adalah anugerah. Sesering apapun dia menjatuhkan aku, sesakit apapun dia menyayat hatiku. Dia juga yang membuatku semakin tegar dan mengajarkanku apa arti cinta yang sebenarnya.
Tuhan.. aku melihatnya, melihat senyuman itu. Senyuman yang dulu menjadi penyemangatku, kini senyuman itu hanya membawa tangisan. Karna aku tau, aku takkan pernah bisa memiliki senyuman itu.
Andai waktu dapat diputar kembali, aku ingin kembali ke awal saat semuanya masih baik-baik saja, saat semuanya belum menjadi derita, saat semuanya belum membawa trauma.
Tuhan.. aku mengingatnya..
Dulu.. aku hanya mengaguminya, hingga pada akhirnya kekaguman itu membuahkan perasaan rindu saat aku jauh darinya dan perasaan deg-degan saat aku dekat dengannya.
Inilah cinta yang ditanamkan Tuhan dalam hatiku.
Tapi sayang.. Waktu tak berpihak padaku.
Tuhan menciptakan dia bukan untukku melainkan untuk orang lain.
Awalnya aku merasa semua ini tak adil buatku, 'mengapa Tuhan membiarkan aku terpuruk dalam angan tentang dirinya?' ☹
Mungkin Tuhan menciptakan dia tidak untuk ku miliki, namun Tuhan menciptakan dia untuk memberiku pelajaran agar aku bisa lebih bersyukur atas cinta yang telah Tuhan berikan padaku.
Meskipun begitu aku selalu berdo'a pada tuhan "Oh God, I know that he isn't for me. I know that he has made me fly and now he makes me down. However I'm not angry, I'll be patient for him. I just want he can feel my true love, he can hear my crying. I hope oneday he's aware cause his attitude then he comes back for me. I swear if he need me I'll always be there although I never need him. Hopefully this prayer to him, God (˘ʃƪ˘)"
Sudah ya tuhan.. sampai disini curahan hatiku.
Semoga Engkau juga dapat merasakan rintihan hati ini.
Hm.. aku akan menerbangkan surat ini bersama balon-balon ini lalu mengirimnya untuk-Mu.
Aku harap setelah ini aku dapat melepaskan cintanya semudah aku melepaskan balon-balon ini.
Tuhan.. "cinta" ini tak sedikitpun pudar dan ''rindu" terus menghantuiku.
Segitu istimewakah dia untukku?
Iya ataupun tidak, aku mohon bantu aku membuang bayangan akan tentangnya, Tuhan.
Tapi mengapa semakin giat aku membuang bayangan itu, semakin kuat pula bayangan itu menguasai fikiranku?
Andai saja membuang cinta semudah membuang sampah.
Sayangnya cinta bukan sampah, cinta adalah anugerah. Sesering apapun dia menjatuhkan aku, sesakit apapun dia menyayat hatiku. Dia juga yang membuatku semakin tegar dan mengajarkanku apa arti cinta yang sebenarnya.
Tuhan.. aku melihatnya, melihat senyuman itu. Senyuman yang dulu menjadi penyemangatku, kini senyuman itu hanya membawa tangisan. Karna aku tau, aku takkan pernah bisa memiliki senyuman itu.
Andai waktu dapat diputar kembali, aku ingin kembali ke awal saat semuanya masih baik-baik saja, saat semuanya belum menjadi derita, saat semuanya belum membawa trauma.
Tuhan.. aku mengingatnya..
Dulu.. aku hanya mengaguminya, hingga pada akhirnya kekaguman itu membuahkan perasaan rindu saat aku jauh darinya dan perasaan deg-degan saat aku dekat dengannya.
Inilah cinta yang ditanamkan Tuhan dalam hatiku.
Tapi sayang.. Waktu tak berpihak padaku.
Tuhan menciptakan dia bukan untukku melainkan untuk orang lain.
Awalnya aku merasa semua ini tak adil buatku, 'mengapa Tuhan membiarkan aku terpuruk dalam angan tentang dirinya?' ☹
Mungkin Tuhan menciptakan dia tidak untuk ku miliki, namun Tuhan menciptakan dia untuk memberiku pelajaran agar aku bisa lebih bersyukur atas cinta yang telah Tuhan berikan padaku.
Meskipun begitu aku selalu berdo'a pada tuhan "Oh God, I know that he isn't for me. I know that he has made me fly and now he makes me down. However I'm not angry, I'll be patient for him. I just want he can feel my true love, he can hear my crying. I hope oneday he's aware cause his attitude then he comes back for me. I swear if he need me I'll always be there although I never need him. Hopefully this prayer to him, God (˘ʃƪ˘)"
Sudah ya tuhan.. sampai disini curahan hatiku.
Semoga Engkau juga dapat merasakan rintihan hati ini.
Hm.. aku akan menerbangkan surat ini bersama balon-balon ini lalu mengirimnya untuk-Mu.
Aku harap setelah ini aku dapat melepaskan cintanya semudah aku melepaskan balon-balon ini.