Apakah kau hanya terdiam?
Tak inginkah kau menjamah jiwa yang mulai berdebu?
Disini, kesunyian temani lelahku
Harapan adalah lukisan yang telah kau buat di setiap sudut hati ini
Tak inginkah kau menanyakan kabarku?
Terpuruk?
Tidak, karena kamu adalah alasan untuk ku menampakkan kakiku, melangkah, membawaku untuk menggapaimu
Entah sejauh mana aku akan berlabuh
Yang aku tahu, aku akan menunggumu hingga titik lemahku
Jika rintikan hujan tak dapat menghapus jejakmu
Biarkan waktu yang akan memudarkan
Jika gelap tak dapat menyamarkan bayangmu
Biarkan terang yang melenyapkan
Namun, mampukah aku bertahan pada rasa ini?
Kini, pelangi tak lagi berwarna, senja tak lagi jingga, langit tak lagi biru
Yang aku lihat hanyalah abu-abu
Yang kurasakan hanyalah kehampaan, hampa tanpamu, terjaga pada maya ku
Tak inginkah kau menjamah jiwa yang mulai berdebu?
Disini, kesunyian temani lelahku
Harapan adalah lukisan yang telah kau buat di setiap sudut hati ini
Tak inginkah kau menanyakan kabarku?
Terpuruk?
Tidak, karena kamu adalah alasan untuk ku menampakkan kakiku, melangkah, membawaku untuk menggapaimu
Entah sejauh mana aku akan berlabuh
Yang aku tahu, aku akan menunggumu hingga titik lemahku
Jika rintikan hujan tak dapat menghapus jejakmu
Biarkan waktu yang akan memudarkan
Jika gelap tak dapat menyamarkan bayangmu
Biarkan terang yang melenyapkan
Namun, mampukah aku bertahan pada rasa ini?
Kini, pelangi tak lagi berwarna, senja tak lagi jingga, langit tak lagi biru
Yang aku lihat hanyalah abu-abu
Yang kurasakan hanyalah kehampaan, hampa tanpamu, terjaga pada maya ku
