Monday, 10 August 2015

Tentang Rasa

Posted by Unknown at 19:55 0 comments
Apakah kau hanya terdiam?
Tak inginkah kau menjamah jiwa yang mulai berdebu?
Disini, kesunyian temani lelahku
Harapan adalah lukisan yang telah kau buat di setiap sudut hati ini
Tak inginkah kau menanyakan kabarku?
Terpuruk?
Tidak, karena kamu adalah alasan untuk ku menampakkan kakiku, melangkah, membawaku untuk menggapaimu
Entah sejauh mana aku akan berlabuh
Yang aku tahu, aku akan menunggumu hingga titik lemahku
Jika rintikan hujan tak dapat menghapus jejakmu
Biarkan waktu yang akan memudarkan
Jika gelap tak dapat menyamarkan bayangmu
Biarkan terang yang melenyapkan
Namun, mampukah aku bertahan pada rasa ini?
Kini, pelangi tak lagi berwarna, senja tak lagi jingga, langit tak lagi biru
Yang aku lihat hanyalah abu-abu
Yang kurasakan hanyalah kehampaan, hampa tanpamu, terjaga pada maya ku

Friday, 24 July 2015

Cinta Jarak Jauh

Posted by Unknown at 12:35 0 comments
“Aku rindu” ya, itu adalah rintihan hatiku
“Aku menunggumu” ya, itu adalah hasratku
Aku merindukanmu satu insan yang tak bisa aku jangkau
Aku menunggumu menjemput cintaku agar dapat bersambut dengan cintamu
Setiap malam, gelap dan keheningan adalah teman setiaku
Mimpi adalah tempat dimana khayalku dapat bersanding dengaanmu
Doa adalah caraku menjagamu dalam shalatku
Sajadah adalah tempat aku bersimpuh menghadap-Nya, meminta agar kamu selalu merasakan hembusan nafas ini di setiap doaku
Bertasbih adalah tempatku melantunkan namamu
Ya Allah, jika memang cinta ini mustahil baginya aku akan ikhlas
Aku menangis, ya aku tetap akan menangis 
Namun aku akan menangis dalam dekapan-Mu
Karena aku tak ingin lagi merasakan apa itu putus asa
Ya Allah berilah aku petunjuk-Mu dalam istiqarah ku
Tuntun aku mendapakan restu-Mu untuk bisa bersamanya
Aku yakin meskipun aku dan dia melangkah di jalan yang berbeda
Dengan ridho-Mu, Engkau akan mempersatukan aku dengannya di jalan-Mu :’)

Thursday, 26 June 2014

Merindumu ❤

Posted by Unknown at 06:01 0 comments
Seperti bulan tanpa bintang
Seperti siang tak bertemu malam
Seperti itulah aku saat ini
Terpaku termenung seorang diri
Berteman sunyi tanpa arti
Lagi, lagi, dan lagi
Rasa itu hadir lagi
Membawa beribu luka tak terobati
Sakit yang amat pedih menusuk hingga ke uluh hati
Wahai sang insan pemilik rasa ini
Ketahuilah hati ini sungguh merindukanmu
Detak jantung ini selalu menantikanmu
Seluruh nafas ini tak cukup untuk menginginkanmu
Tuhan...
Lelah telah kurasakan
Terjaga pada rindu yang tak pernah berujung
Andai kubisa berkehendak sesukaku
Sungguh hati ingin bertemu
Namun apa daya diri ini hanya mampu berharap dan berdoa
Doa, doa, dan doa yang kupanjatkan setiap hari pada sholatku
Berharap Tuhan akan menyampaikannya padamu
Wahai sang insan aku merindukanmu
Temani aku meski bukan untuk waktu selamanya
Cukup temani aku untuk waktu yg Tuhan berikan kepada kita
Mungkin saat itulah tangan Tuhan mempersatukan hati kita

Thursday, 12 June 2014

Untukmu yang Kurindukan

Posted by Unknown at 07:06 0 comments
Hati ini telah letih
Aku bingung, kepada siapa aku harus merintih?
Aku bingung, kepada siapa aku harus mengeluh?
Rindu? Ya benar aku rindu
Rindu semua akan tentangmu
Candamu, tawamu, bahkan tingkah anehmu
Kepingan itu masih teringat jelas dalam anganku
Tuhan perasaan ini sungguh mencengkram batinku menusuk kalbu
Semua terasa kelam, hanyut tak terarah
Do'a? Ya hanya itu yang dapat ku lakukan
Tak henti-hentinya ku lantunkan namamu di setiap malamku
Tak henti-hentinya ku sebut namamu di setiap sujudku
Tak henti-hentinya ku ucap namamu di setiap tasbihku
Apakah dengan do'a salam dan rinduku tertuju padamu?
Entahlah...
Inginku mengungkapkan
Namun kurasa jujur pun tak ada artinya
Biar.. Ya biarlah hanya Allah yang tahu
Pesan rindu yang akan Ia sampaikan
Untukmu yang kurindukan :)

Sunday, 23 December 2012

Sepucuk Surat Untuk-Mu

Posted by Unknown at 20:06 0 comments
Ketika hati mulai lelah dan mulut tak mampu berkata lagi, hanya lewat sebuah benda putih inilah akan ku goreskan cerita cinta.

Tuhan.. "cinta" ini tak sedikitpun pudar dan ''rindu"  terus menghantuiku.
Segitu istimewakah dia untukku?
Iya ataupun tidak, aku mohon bantu aku membuang bayangan akan tentangnya, Tuhan.
Tapi mengapa semakin giat aku membuang bayangan itu, semakin kuat pula bayangan itu menguasai fikiranku?
Andai saja membuang cinta semudah membuang sampah.
Sayangnya cinta bukan sampah, cinta adalah anugerah. Sesering apapun dia menjatuhkan aku, sesakit apapun dia menyayat hatiku. Dia juga yang membuatku semakin tegar dan mengajarkanku apa arti cinta yang sebenarnya.
Tuhan.. aku melihatnya, melihat senyuman itu. Senyuman yang dulu menjadi penyemangatku, kini senyuman itu hanya membawa tangisan. Karna aku tau, aku takkan pernah bisa memiliki senyuman itu.
Andai waktu dapat diputar kembali, aku ingin kembali ke awal saat semuanya masih baik-baik saja, saat semuanya belum menjadi derita, saat semuanya belum membawa trauma.
Tuhan.. aku mengingatnya..
Dulu.. aku hanya  mengaguminya, hingga pada akhirnya kekaguman itu membuahkan perasaan rindu saat aku jauh darinya dan perasaan deg-degan saat aku dekat dengannya.
Inilah cinta yang ditanamkan Tuhan dalam hatiku.
Tapi sayang.. Waktu tak berpihak padaku.
Tuhan menciptakan dia bukan untukku melainkan untuk orang lain.
Awalnya aku merasa semua ini tak adil buatku, 'mengapa Tuhan membiarkan aku terpuruk dalam angan tentang dirinya?' ☹
Mungkin Tuhan menciptakan dia tidak untuk ku miliki, namun Tuhan menciptakan dia untuk memberiku pelajaran agar aku bisa lebih bersyukur atas cinta yang telah Tuhan berikan padaku.
Meskipun begitu aku selalu berdo'a pada tuhan "Oh God, I know that he isn't for me. I know that he has made me fly and now he makes me down. However I'm not angry, I'll be patient for him. I just want he can feel my true love, he can hear my crying. I hope oneday he's aware cause his attitude then he comes back for me. I swear if he need me I'll always be there  although I never need him. Hopefully this prayer to him, God (˘ʃƪ˘)"
Sudah ya tuhan.. sampai disini curahan hatiku.
Semoga Engkau juga dapat merasakan rintihan hati ini.

Hm.. aku  akan menerbangkan surat ini bersama balon-balon ini lalu mengirimnya untuk-Mu.
Aku harap setelah ini aku dapat melepaskan cintanya semudah aku melepaskan balon-balon ini.


Monday, 17 December 2012

Untuk Sahabat (˘⌣˘)ε˘`)

Posted by Unknown at 23:39 0 comments
Tuhan memang Maha Kuasa dan Maha Segalanya.
Dia adil, Dia menciptakan semua yang ada di jagat raya ini satu paket, begitu juga aku.
Disaat aku menangis, disaat aku kesepian, disaat aku terpuruk, Tuhan menciptakan kalian buat aku.
Kalian yang mengusap tiap tetes air yang jatuh dari mata ini, kalian yang menemani dalam sepinya jiwa, kalian yang membangkitkan aku dari keterpurukan.
Mungkin kalian adalah malaikat tanpa sayap yang Tuhan kirimkan untukku.
Aku bodoh ya.. aku telah merasa sendiri.
Padahal ada kalian yang selalu di sampingku, yang akan menjulurkan tangannya saat aku mengatakan "tolong aku, aku terjatuh", yang akan meminjamkan pundaknya saat aku mengatakan "aku galau" dan meluapkan semua air mataku, juga akan menjadi cahaya untuk menerangi kegelapan dalam hidupku.
Selama ini aku dibutakan oleh cintanya, cinta yang membawaku pergi jauh dari kehidupan nyata, cinta yang telah menjerumuskan aku dalam jurang kehidupan.
Sekarang aku sadar, hembusan nafas ini bukan untuknya, tapi untuk kalian yang sudah memberikan senyuman tulus untukku.
Jadi teringat kata bijak itu "Hidup itu bukan untuk galau, namun hidup untuk dinikmati. Jika memang dia tidak mencintaimu relakanlah dia pergi, aku tau sebenarnya hatimu tersayat. Percayalah jika Tuhan berkehendak, tangan tuhan akan menyatukan hati kalian".
Di sisi lain teringat wajah polos itu yang membuat aku ingin selalu tertawa merkipun sebenarnya hatiku menangis.
Tuhan.. terima kasih Kau telah berikan orang-orang hebat untuk aku yang lemah, aku rela jika aku harus menerima cobaan sebesar apapun dari-Mu asalkan Kau izinkan mereka tetap bersamaku hingga jantung ini tak berdetak lagi.
Yah... aku tau aku tidak dapat memiliki hatimu, tapi aku seneng kok !!!
Karena ada mereka yang mengisi hatiku dengan cinta mereka yang tulus, karena mereka juga aku dapat merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya.
Thanks god for everything ☺
Thanks a lot my best friends, you're the best thing that's ever been mine ☺

Saturday, 15 December 2012

Someday, You'll know

Posted by Unknown at 19:49 2 comments
Untuk kesekian kalinya aku meneteskan air mata yang sebenarnya tak ingin aku tetes kan.
Bukan karena aku cengeng atau pun lemah.
Hanya saja hati ini terlalu rapuh untuk menerima kenyataan yang diberikan Tuhan kepadaku.
Mencoba berpura-pura untuk tetap tegar, kuat, dan tersenyum, namun air mata ini tak bisa membohongi bahwa sebenarnya aku terluka, terluka disaat aku tahu hatimu telah menjadi miliknya.
Bagaimana aku tak menangis, bagaimana aku tak terluka, bagaimana aku tak jatuh, jika hati, cinta, pikiran, perasaan ku telah menjadi milikmu dan terlanjur menyayangimu.
Jujur.. Saat itu aku ingin pergi meninggalkan semuanya.
Kata "sabar" sudah tak bisa aku tahan.
Tuhan.. pinjamkan aku sayap, aku ingin terbang, terbang mencari cinta yang lain.
Tapi dapatkah aku terbang jauh darimu untuk mencari cinta yang lain jika sayap-sayapku telah kau ambil.
Tuhan.. aku lelah..
aku ingin tidur, aku berharap saat aku terbangun semua itu hanya mimpi.
Namun.. Apakah mungkin aku bisa menganggapnya hanya mimpi? Ketika aku sudah merasakan perih yang menusuk ke dalam benakku.
Semua terasa hitam dan kelam.
Mungkin aku munafik jika sekarang aku mengatakan "Aku sudah melupakanmu dan sudah bisa menerima kenyataan"
Sesungguhnya ada harap ingin merebut hatimu.
Jika hati bisa ditukar, aku ingin menukar hatimu dengan hatiku.
Aku ingin kamu dapat merasakan sakitnya hatiku saat menyayangimu, merindukanmu, dan saat aku melihat dirinya dengan mudahnya mendapatkan hatimu.
Maybe just me and god know how I Love you.
I do hope someday you'll know that I Love You more than everything.
and I want Someday you can feel my love.
I'll always be there for you now, tomorrow, and future.

ditunggu komentarnya ya....
twitter: @miyahikmiyah
fb: Lailatul Hikmiyah

 

My Words (ʃ❤ƪ) Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting